SINGAPARNA, JABAR. Warga Cigalontang dapat merasakan kembali pelayanan kesehatan di Puskesmas Cigalontang yang dahulu hancur akibat gempa bumi September 2009 silam. Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH yang disaksikan Gubernur Jawa Barat, Bupati Tasikmalaya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Tasikmalaya serta tokoh masyarakat Cigalontang secara resmi mengoperasinalkan kembali Puskesmas Cigalontang (6/12).
Pembangunan Puskesmas Cigalontang di Kabupaten Tasikmalaya ini merupakan wujud kepedulian Masyarakat dan Swasta dalam mendukung Pembangunan Kesehatan. Inisiatif yang baik ini dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya agar berperan aktif dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakatnya di bidang kesehatan.
Pada kesempatan itu Menkes mengungkapkan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya dan TV-One yang telah menghabiskan dana sebesar 1,2 Milyar rupiah untuk membangun gedung Puskesmas, peralatan, beserta rumah dokter. Pembangunan yang dilaksanakan tidak semata-mata melakukan rehabilitasi, akan tetapi juga melakukan penambahan ruangan dan menjamin mutunya agar tahan terhadap gempa berkekuatan 9 SR. Sehingga Puskesmas Cigalontang dapat memberikan pelayanan kembali kepada masyarakat secara optimal.
Menkes menyampaikan bahwa Indonesia terletak di daerah yang rawan bencana. Pada beberapa tahun terakhir ini, telah terjadi bencana secara beruntun di berbagai daerah, seperti : gempa, tsunami, banjir, angin puting beliung, dan erupsi gunung berapi yang disertai semburan awan panas dan luapan lahar dingin. Oleh karena itu, kita semua untuk mampu mengantisipasi, menyikapi dan menanggulanginya dengan baik dan benar, sehingga kerugian harta dan korban jiwa dapat dicegah atau ditekan sesedikit mungkin.
Langkah-langkah untuk memberdayakan masyarakat agar mampu mengantisipasi, menyikapi dan menanggulangi bencana dengan baik dan benar bersama Pemerintah perlu dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan agar mereka selalu siap dan tanggap dalam menghadapi dan menyikapi bencana, ungkap Menkes.
Menkes menjelaskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-N) tahun 2010-2014, dinyatakan bahwa sasaran akhir yang akan dicapai dalam Pembangunan Kesehatan adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui percepatan pencapaian MDGs. Strategi utama untuk mencapai sasaran tersebut adalah melalui pemberdayaan masyarakat dan salah satunya adalah melalui pengembangan Desa Siaga.
Desa Siaga adalah suatu desa yang masyarakatnya sadar, tahu, mau dan mampu mencegah dan mengatasi berbagai permasalahan kesehatan di wilayahnya - termasuk ancaman terhadap kesehatan individu dan lingkungannya, seperti : kurang gizi, penyakit menular, bencana, dan kecelakaan, dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki secara gotong royong.
Saat ini Kementerian Kesehatan sedang mengoptimalkan fungsi Puskesmas dengan melakukan Revitalisasi Kebijakan Dasar Puskesmas. Langkah ini mencakup penguatan fungsi, kelembagaan dan pelayanan Puskesmas serta sumber daya kesehatannya, termasuk tenaga, biaya, dan peralatan. Selain itu, Pemerintah juga melaksanakan program Jamkesmas untuk pelayanan kuratif dan rehabilitatif dan meluncurkan Bantuan Operasional Kesehatan atau BOK untuk membantu kegiatan operasional Puskesmas dan untuk mendukung pelayanan promotif dan preventif
0 komentar:
Posting Komentar