26 Desember 2010

Rumah Pemulihan Gizi Kota Yogya: Model Alternatif Kepedulian Terhadap Warga Bermasalah

Jakarta, 16/12 – GIZINET. Lain Jombang, lain pula Kota Yogyakarta. Upaya menurunkan jumlah kasus balita gizi buruk di Kota Yogyakarta didukung oleh Walikota Yogyakarta, dengan pendirian semacam Therapeutic Feeding Centre yang dinamakan Rumah Pemulihan Gizi (RPG).

Terletak di pusat kota, RPG berada dibawah asuhan PKK Kota Yogyakarta, sebagai wujud kepedulian yang tinggi terhada masalah gizi, khususnya pada anak balita di wilayah kerjanya.

Bagian depan ruang rawat

Sebagian bangunan gedung PKK disulap (tentunya dengan anggaran yang cukup), menjadi sebuah tempat hunian sementara yang asri dan nyaman bagi balita kasus gizi buruk bersama ibu atau pengasuhnya.

Apa “kelainannya” dibandingkan dengan TFCdi Jombang?

Umumnya, panti pemulihan pemulihan gizi atau “therapeutic feeding centre” yang disingkat TFC itu adalah sebuah tempat untuk merawat balita kasus gizi buruk dengan pengawasan petugas gizi dan medis selama 24 jam sehari sampai fase siap pulang. Demikian pula yang diterapkan di TFC Puskesmas Mojoagung dan Puskesmas Tembelang, Kabupaten Jombang, Jatim.

Di dalam ruang rawat

Pertama, di Jombang, TFC dikelola oleh Puskesmas dengan bimbingan Dinas Kesehatan Kabupaten. Penganggaran pun disalurkan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dan sebagian swadaya berupa donasi dari pihak swasta maupun masyarakat secara langsung. Demikian juga ketenagaan TFC sepenuhnya adalah tenaga aktif Puskesmas setempat.

Di Kota Yogya, pengelolaan manajemen di bawah PKK dengan penganggaran langsung dari APBD Kota Yogya. Puskesmas hanya berfungsi selaku Pembina Teknis. RPG tidak berada di bawah manajemen pelayanan Puskesmas.

Ruang baca Perpustakaan

Kedua, bangunan ruang perawatan kasus merupakan renovasi dari sebagian bangunan puskesmas, bahkan di Tembalang adalah rumah dinas Kepala Puskesmas yang tidak dihuni karena sudah memiliki rumah sendiri. Di Yogya, Gedung RPG merupakan bangunan yang berada dalam lingkungan Kantor PKK Kota Yogyakarta, tanpa bantuan dukungan anggaran Dinas Kesehatan. Demikian juga tenaga pengelola RPG bukan tenaga Puskesmas.

Kasus bersama ibunya

Ketiga, kasus gizi buruk di Jombang dirawat inap, sampai fase kesembuhan tercapai dan diperbolehkan pulang. RPG Kota Yogya tidak merawat inap kasus. Mereka hanya tinggal di RPG dari pagi sampai sore, setelah itu mereka kembali ke rumah masing-masing.

Apakah persamaannya?

Ketiga tempat Pusat Pemulihan Gizi Buruk tersebut sama-sama ditata dengan serius, agar penghuninya nyaman dan relaks sehingga proses penyembuhan akan berjalan optimal. Bahkan di RPG Yogya dilengkapi dengan Ruang Perpustakaan berikut Ruang Bacanya.

Hasil yang dicapai

Informasi yang didapat melalui petugas RPG, dari sejumlah 34 anak yang dirawat, pada awal perawatan terdiri dari 8 anak kurus dan 26 sangat kurus. Setelah dirawat komposisi status ini berubah. Dari 34 anak bermasalah tersebut, terdapat 15 anak yang berubah status menjadi Normal, sedangkan yang berstatus sangat kurus dari 26 anak menjadi 11 anak.

Kesibukan Tenaga Teknis

Semua penyelenggara TFC maupun RPG melakukan tugas dan tanggungjawabnya dengan penuh dedikasi tanpa pamrih dan berbahagia apabila anak asuh mereka pulang dengan kondisi bai

0 komentar: