09 Februari 2011

HAMIL DAN GANGGUAN WASIR

Wasir menimbulkan rasa tidak nyaman, apalagi selama masa kehamilan. Dengan pengobatan yang tepat, persalinan dapat berlangsung normal

Penyakit yang satu ini, sesungguhnya kerap diderita siapa saja. Hanya saja karena tidak nampak, banyak orang yang menutup-nutupi. Namun selama masa kehamilan, dampak tidak nyaman yang ditimbulkan mendorong penderitanya untuk berkonsultasi ke dokter.
Saat ini saja, seperti dikatakan DR. dr. Ichramsjah A. Rachman, Sp.OG, kurang lebih 24,8 persen ibu hamil menderita wasir. Penyakit yang juga dikenal dengan sebutan ambeien atau dalam istilah kedokterannya hemorrhoid, ditandai dengan adanya perubahan pada bantalan pembuluh darah di dubur (corpus cavernosa recti) berupa pelebaran dan pembengkakan pembuluh darah serta jaringan di sekitarnya.
Sesungguhnya fungsi dari bantalan itu sendiri adalah sebagai klep atau katup yang membantu otot-otot dubur untuk menahan feses. Bila karena salah satu sebab terjadi gangguan (bendungan) aliran darah, maka pembuluh darah ini akan melebar dan membengkak, keadaan inilah yang disebut wasir dalam (hemorrhoid interna). Selain itu, ada pula wasir luar (inkarserasi) dimana kulit sekitar dubur membengkak karena pelebaran pembuluh darah balik di bawah kulit.
Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya wasir. Diduga karena adanya faktor keturunan. "Menurut pengalaman, kalau ibunya menderita wasir atau varises, maka anaknya kemungkinan juga menderita sakit yang sama,'' ujar dokter yang akrab dipanggil Iam ini.
Penyebab lainnya adalah seringnya mengejan akibat susah buang air besar. Susah buang air besar, umumnya diakibatkan kurang minum, kurang makanan berserat, kurang berolahraga atau terlalu banyak duduk di toilet dan mengangkat beban yang berat-berat.

GEJALA MUNCUL DI TRIMESTER II
Selama masa kehamilan, wasir diperberat pula oleh adanya perubahan hormonal, pelebaran dan penambahan pembuluh darah, serta peningkatan aliran darah ke daerah kandungan. Selain itu, terjadinya pembesaran kandungan dan desakan kepala janin dapat menyebabkan gangguan dan komplikasi terhadap pembuluh darah di sekitar kandungan. Akibatnya, bagi wanita hamil yang memang sebelumnya sudah menderita wasir dapat menambah parah penyakitnya itu.
Umumnya pada masa kehamilan, gejala wasir baru muncul memasuki trimester kedua akibat rahim dan janin yang mulai membesar. Ada banyak gejala yang menyertai penyakit wasir, tapi keluhan-keluhan yang kerap dirasakan adalah rasa sakit, nyeri atau gatal di anus.
Gejala lanjutan lain yang sering dijumpai adalah perdarahan dari anus. Darah yang menetes biasanya sedikit, tetapi bisa juga cukup banyak bahkan kadang-kadang memancur keluar. Umumnya darah yang keluar berwarna merah segar.
Penderita biasanya tidak mengeluhkan rasa sakit yang amat sangat, tetapi aktivitasnya sehari-hari dapat amat terganggu. Sebagian ada yang hanya merasa bagian anusnya terganjal atau ada yang keluar sementara setelah buang air besar. Kondisi itu lantas menyebabkan perasaan buang air besar yang belum tuntas sehingga yang bersangkutan sering mengejan lebih kuat yang menyebabkan wasir bertambah parah.
Wasir tingkat lanjut akan ditandai dengan munculnya prolaps atau wasir yang menonjol. Akibatnya, fungsi penutup dari otot-otot anus dapat terganggu. Inilah yang kerap menyebabkan cairan dari usus keluar sehingga penderita mengeluhkan adanya bercak-bercak kotoran pada pakaian dalamnya.
Rasa sakit dapat pula terjadi pada tingkat lanjut jika terjadi trombosis (gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah). Kondisi ini umumnya terjadi pada wasir luar yang terjepit.

PENGOBATAN

Tindakan bedah untuk mengatasi wasir yang telah akut ataupun ligasi (pencekikan wasir dengan karet) tidak dibenarkan bila dilakukan pada masa kehamilan, "Karena akan menimbulkan komplikasi pada kehamilan dan janin. Satunya-satunya yang paling aman adalah dengan melakukan pengobatan sebelum persalinan,'' papar dokter yang aktif di Subbagian Imunoendrokrinologi Reproduksi, Bagian Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo.
Untuk pengobatan, Iam telah melakukan penelitian pada 105 pasiennya yang menderita wasir akut. Hasilnya, pengobatan dengan 450 mg diosmin dan 50 mg hesperidin, telah terbukti dapat mengatasi keluhan-keluhan pada penderita wasir, baik yang sedang hamil maupun tidak.
Umumnya dengan pengobatan seperti itu, setelah minggu kedua, penderita sudah mengalami penurunan gejala yang berarti. Lagi pula, langkah pengobatan sebelum persalinan jauh lebih menguntungkan karena dapat menekan biaya. Sebagian besar penderita (77,7%) juga dapat melakukan persalinan normal. Kalaupun ada yang harus dioperasi sesar, penyebabnya bukan karena gangguan wasir, tapi karena penyebab lainnya seperti plasenta previa (plasenta maupun jalan lahir).
Pengobatan ini juga tidak berdampak terhadap perkembangan janin. Terbukti 79,2 persen di antara pasiennya memiliki janin dengan berat badan normal berkisar 2.500 ­ 3.000 gram. Tidak ada kelainan yang terjadi pada janin akibat pengobatan ini, karena obat hanya bekerja di wilayah yang sakit.

PENCEGAHAN PALING EFEKTIF
Bagi wanita yang sedang hamil, cobalah untuk mengubah gaya hidup demi menghindari timbulnya wasir. Harus diwaspadai pula, wasir sering kambuh walau sudah dilakukan pengobatan. Berikut ada beberapa cara yang dapat diterapkan:
  1. Jangan biasakan mengejan terlalu keras saat buang air besar.
  2. Lakukan aktivitas buang air besar secara rutin. Misalnya sekali sehari.
  3. Yang paling aman adalah buang air besar dengan WC jongkok, karena dengan berjongkok tidak terjadi hambatan pembuluh darah. Sebaliknya pada saat duduk, ada hambatan pembuluh darah di wilayah anus. Namun, menurut Iam, hal ini masih harus diteliti lebih lanjut.
  4. Lakukan olahraga secara teratur.
  5. Perbanyak makanan yang kaya akan serat.
Pada kondisi kekurangan serat, massa feses menjadi terlalu sedikit untuk dapat didorong keluar oleh gerak peristaltik usus. Konsumsi serat yang dianjurkan adalah sekitar 30 ­ 35 gram per hari.
Bahan makanan yang kaya akan serat adalah sereal, beras tumbuk, beras merah, ketan hitam, gandum, jagung, singkong, sayuran hijau atau agar-agar.
6. Banyak minum air, paling sedikit 2 liter atau 8 gelas per hari.
Utami Sri Rahayu. Ilustrator: Pugoeh

0 komentar: